Rabu, 28 Agustus 2013

Sebuah Pertanyaan Yang Memucat

Novel pendek ini mengandaikan kalau cinta kasih yang selalu memiliki bayangan, yaitu kehilangan, adalah deret pertanyaan membingungkan dan seringkali tidak pernah terjawab. ‘Aku’, seperti kita semua, muncul sebagai tokoh yang terus-menerus mengalami, memperjuangkannya lagi, sambil pelan-pelan berusaha mencerna hidup diantara hal itu.
Kenangan-kenangan tentang perempuan dan sahabatnya yang menggumpal juga terus menghajar dirinya, membuat deret pertanyaan itu mengerucut menjadi satu. Kebingungan yang melandanya tak berhenti, malah menimbulkan kecemasan tiada terperi.
Penulis: Arys Arditya
Penerbit: Indie Book Corner

Kamis, 25 April 2013

Kepulangan Kelima

Telah Terbit Buku Kumpulan Puisi, Musik dan Ilustrasi Kepulangan Kelima Irwan Bajang edisi terbatas. Pemesanan Bisa melalui kami dan Penerbit Indie Book Corner 



Judul      : Kepulangan Kelima
Penulis   : Irwan Bajang
Ilustrasi  : Octora Guna
Musik     : Ari KPIN



Harga    : Rp. 45.000

Kamis, 18 April 2013

Reblog Yogya



Sebuah Catatan tentang Reblog Jogja

sebuah buku dari anak-anak Tumblr Jogjakarta
Diminta dipaksa nulis endorsement sama mas Dityo

Sesungguhnya saya masih gamang, Jogja itu ditulis dengan huruf “J” atau “Y” (Yogya). Saya sendiri bukan orang Jogja, tapi rumah tinggal saya sejak kecil berjarak sekitar 60km dari Jogjakarta. Dihubungkan dengan rel kereta dan jalan aspal.
Bicara Jogja, bagi saya bukan seperti bicara kota layaknya kota-kota lain yang pernah saya datangi selama ini. Jika saya mengatakan jogja itu rumah, saya tidak memiliki rumah disana. Tapi bukan tidak mungkin membangun rumah disana.
Jogjakarta menjadi salah satu kota yang unik, ia banyak menciptakan kenangan yang kemudian berbuntut rindu. Sekali menginjakan kaki disana, kita akan rindu padanya, terutama pada suasana, keramahan, dan makanan.
Meski tinggal dekat dengan Jogja, sampai saat ini saya masih bisa dihitung jari berkunjung ke sana. Bahkan saya menolak untuk melanjutkan kuliah di Jogjakarta, alasan waktu itu “terlalu dekat dengan rumah, nanti gak belajar mandiri”.
Buku ini menceritakan dari tentang Jogjakarta dari berbagai sudut pandang, sudut pandang yang menjadi interpretasi kenangan oleh masing-masing penulis tentang Jogjakarta. Tidak hanya ditulis oleh orang Jogja asli, tapi juga oleh bukan orang Jogja. Setiap tulisan memiliki alasannnya masing-masing, memiliki “manis” nya masing-masing, dan pastinya terjadi pada setiap orang yang memiliki kenangan akan Jogjakarta.
Jika saya bercerita tentang Jogja, nanti bisa lebih panjang dari cerita-cerita di buku ini. Bicara Jogja bukanlah sekedar tentang sebuah kota, tapi juga kenangan.




Judul     : "Reblog Yogya"
Penulis  : Komunitas Tmblr Yogya
Penerbit: Indie Book Corner 2013
Hal       : 159 Hal
Harga   : Rp. 40.000

Kamis, 07 Juni 2012

Panji Tengkorak, Kebudayaan dalam Perbincangan


Kisah Mata

Diterbitkan oleh Penerbit Galang Press, Yogyakarta. Tidak ada keterangan Tahun penerbitan maupun cetakannya.

Gambar sampul depan berjudul “Mata Mirna” oleh Seno Gumira Ajidarma, 2002.

Kematian Donny Osmond

Cetakan I, 2001
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Ilustrator: Ansar Zacky

Catatan-Catatan Mira Sato/Seno Gumira Ajidarma

Catatan-Catatan Mira Sato terbit tahun 1978, berisikan 43 puisi Mira Sato--nama pena Seno Gumira Ajidarma (SGA)--

Buku ini terbit di zaman ketika Orde Baru benar-benar muncul sebagai Orde rakus, militeristik, fasis dan cenderung totaliter. Lagi-lagi, selain di buku MATI MATI MATI MATI SGA memakai nama pena Mira Sato.

Silakan pesan buku yang sangat-sangat langka dan penting ini ke kami.

MATI MATI MATI MATI. Puisi-Puisi Mira Sato/Seno Gumira Ajidarma

MATI MATI MATI MATI adalah kumpulan puisi Seno Gumira Ajidarma (SGA) yang terbit di Jogja tahun 1975 (setahun setelah pristiwa Malari--Malapetaka 15 Januari).

Buku ini berisi puisi-puisi menggetarkan tentang kematian dan ketakutan. Di sini SGA tampaknya sengaja memakai nama pena Mira Sato, mengingat represifitas Orde Baru yang sangat menghawatirkan dan menakutkan.

Buku ini berisi 19 puisi SGA yang langka dan susah sekali didapatkan, bahkan nyaris hilang dari peredaran di semua toko buku loakan. Kami punya, berminat? Hubungi kami ya :)

Senin, 09 Januari 2012

Kazak dan Penyerbuan


Judul                : Kazak dan Penyerbuan
Penulis             : Leo Tolstoy, Wawan Eko (Penerjemah)
Penerbit           : Jalasutra 2009
Dimensi Buku : 12 x 19 cm, 376 hlm
Harga               : Rp  45,000
 
 
Novel Kazak ini berkisah tentang Olenin, seorang bangsawan Rusia yang merasa sangat terhormat dapat bergabung dalam sebuah operasi militer di Kaukasus, wilayah abu-abu yang kerap menjadi latar geografi dan demografi prosa-prosa Tolstoy—sejarah mencatat, pada 1851, Tolstoy pernah menjadi anggota resimen artileri di wilayah ini.

Sejawat sesama bangsawan menertawakan patriotisme konyol Olenin itu. Bagi mereka, golongan kelas atas seperti Olenin tak semestinya berbaur dengan orang-orang Kazak (paramiliter) yang kasar, bengis, dan hanya mengandal otot. Tapi bagi Olenin, petualangan itu tidak sekadar bersusah-susah sebagai tentara perbatasan. Martabat bangsawan telah membuat hidupnya terasing, Olenin mengalami semacam keterpelantingan eksistensial, dan menjadi laki-laki yang tidak punya obsesi lantaran segala kemewahan dan kefoya-foyaan dengan gampang diperolehnya. Itulah kenapa ia ingin hengkang dari Rusia, menjadi orang biasa, berbahasa Tartar, tanpa beban formalitas kebangsawanan yang penuh basa-basi, hipokrit, dan munafik.

Di Kazak, Olenin menemukan kembali gairah hidupnya. Ia bergaul dengan Eroshka, mantan tentara perbatasan yang di hari tuanya masih memiliki semangat hidup menyala. Begitu pula dengan Lukasha, lelaki Kazak, penjaga perbatasan yang bersetia pada Rusia. Olenin lupa pada masa lalunya yang hingar-bingar sejak ia menemukan Maryanka, gadis Kazak, pekerja keras yang pantang mengeluh.

Olenin tergila-gila pada gadis tinggi semampai itu. Demi mendapatkan cinta Maryanka, Olenin rela menjadi warga Kazak, menghapus identitas kerusiaannya, dan melupakan semua perempuan Rusia yang pernah menjadi kekasihnya. Ia hendak membuang martabat kebangsawanannya, menggantinya dengan Maryanka, gadis kampung, pemerah susu sapi yang tak pernah sekolah.

Namun, menaklukkan gadis Kazak ternyata tak segampang membalik telapak tangan. Diam-diam orangtua Maryanka menjodohkan anak gadisnya itu dengan Lukasha, teman karib Olenin selama berada di Kazak. Sejatinya, usaha Olenin nyaris berhasil, dan Maryanka sudah takluk di tangannya. Tapi, tak lama berselang, sebuah kontak tembak dengan gerilyawan Chechnya terjadi. Lukasha tewas.

Di sisi lain, Maryanka mencurigai Olenin merekayasa pembunuhan mantan kekasihnya itu, hingga sikapnya pada Olenin berubah seketika. Maryanka tidak mau lagi bertemu Olenin, bahkan ia tak segan-segan mengusir laki-laki itu. Di Rusia, karena kebangsawanannya, Olenin begitu gampang menaklukkan perempuan, di Kazak, karena kebersahajaan, kejujuran dan ketulusan cintanya, ia malah ditinggalkan oleh Maryanka. Di titik manakah Olenin mesti berpijak? Apakah ia bakal pulang ke Rusia, atau justru bertahan dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan di wilayah perbatasan?

Antologi Puisi; Memoar Kehilangan


Penulis   : Sabiq Carebest
Penerbit : Koekoesan
Harga    : Rp. 50.000


Ulasan Afrizal Malna Antologi Puisi Memoar Kehilangan
Bahasa menjadi sebuah wilayah, sebuah daerah. Ia terjaga. Seperti entitas yang selamanya tidak berubah lagi. Di sana, bahasa menandakan suatu waktu, suatu masa, keadaan. Di sana, bahasa menyatakan penggunanya, pemakainya. Penggunanya kali ini seorang penyair, Sabiq Carebesth. Pilihan katanya, diksi dalam puisi-puisinya, menandakan bahasa sebagai sebuah waktu.

Sabtu, 07 Januari 2012

Sarinah : Kewadjiban Wanita Dalam Perjoangan Republik Indonesia

Penulis   : Ir. Soekarno
Penerbit : Panitya Penerbitan Karya Bung Karno
Kondisi  : Bekas Terawat
Harga    : Nego

"Apa sebab saja namakan kitab ini “Sarinah”? Saja namakan kitab ini “sarinah” sebagai ungkapan terima kasih saja kepada pengasuh saja ketika saja masih kanak-kanak. Pengasuh saja itu bernama Sarinah. Ia “mbok” saja. Ia membantu Ibu saja, dan dari dia saja menerima banjak rasa tjinta dan rasa kasih. Dari dia saja mendapat banjak peladjaran mentjintai “rang ketjil”. Dia sendiripun “orang ketjil”. Tetapi budinya selalu besar! Moga-moga Tuhan membalas kebaikan Sarinah itu"

Jumat, 06 Januari 2012

Kebudayaan Politik dan Keadilan Sosial LP3ES

Editor Penulis   : Ismid Hadad
Subyek              : Indonesia - Political conditions
Metadata          : Kebudayaan politik dan keadilan sosial; Editor Ismi Hadad; Jakarta; LP3ES;[19--]; xiii, 254 p.;16 cm.; Indonesia - Political conditions;aksara-jkt.
Kondisi             : bekas bagus dan terawat
Harga                : Nego
Kontak              : 083867873786

Pasca reformasi, politik Indonesia ditandai oleh lompatan luar biasa, dari politik terkontrol dan tersentralisasi di pusat kekuasaan – dalam hal ini pemerintah otoriter Orde Baru – kepada liberalisasi politik besar-besaran. Secara teoritis, seharusnya liberalisasi politik akan melahirkan kebebasan dan kesetaraan politik serta pada akhirnya keadilan sosial. Nyatanya, alih-alih

Kamis, 05 Januari 2012

Cerita Silat: Asmara di Balik Dendam Membara

Penulis : Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Jilid      : 1-13 Lengkap sampai Tamat
Kondisi: Bekas Terawat
Harga  :  Rp. 35.000

Bagi anda penggemar cerita silat, tentu tidak asing lagi dengan maestro cerita silat yang satu ini. Karya-karyanya yang luar biasa menginspirasi generasi 80-an sampai Iwan Fals mengolok-oloknya dalam albumnya di tahun 1987 (Wakil Rakyat) sebagai penghambat mahasiswa menyelesaikan skripsi sampai akhirnya beli jadi.
Di luar dari olokan itu, cerita besutan kho ping hoo memang sangat membuat pembaca enggan menghentikan bacaannya sampai tamat. Kepiawaiannya masih tetap terlihat di cerita

Rabu, 04 Januari 2012

Irving Wallace The Prize Skandal Hadiah Nobel

Penulis    : Irving Wallace
Penerbit  : PT Gramedia Pustaka Utama
Hal          : 1126 

Kondisi   : Bekas Baik 
Harga     : Nego 

Novel ini adalah merupakan karya fiksi dengan deskripsi yang sangat rinci dengan memaparkan mengenai sejarah hadiah penganugerahan Nobel, prosedur dan metode nominasi serta pengambilan suara, permainan politik dalam pemilihan pemenang nobelnya adalah benar. Pembuatan novel ini oleh Irving Wallace dilakukan dalam kurun waktu 15 tahun dari tahun 1946 – 1960. Benar-benar novel yang digarap secara serius.
Secara umum novel ini bercerita tentang enam orang yang mendapat telegram pemberitahuan sebagai pemenang Hadiah Nobel di awal tahun 1960-an. Mereka adalah pria dan wanita yang hanya memiliki satu persamaan, seperti tertulis dalam pengumuman kemenangan mereka :”Telah melakukan penelitian yang bermanfaat bagi umat manusia”. Mereka adalah Dr. Claude Marceau dan Dr Denise Marceau, pemenang bersama hadiah nobel bidang kimia; Max Stratman, pemenang hadiah nobel bidang fisika; Dr. John Garret dan Dr. Carlo Farelli, pemenang bersama hadiah nobel bidang fisiologi dan kedokteran; Andrew Craig, pemenang hadiah nobel bidang kesusatraan.
Dibalik kemenangan mereka, ternyata mereka terlibat dalam skandal dan permainan politik orang-orang yang berkepentingan terhadap mereka dan dunia luar. Lebih lanjut anda bisa membacanya.

Minggu, 01 Januari 2012

Karl May; 1-3 Ketua

Karya    : Karl may
Penerbit : Pradnya Paramita - Jakarta, 1979.
Jilid        : 1 - 3 tamat
Kondisi  : Bekas Terawat
Harga    : Nego

Buku ini bercerita mengenai cerita klasik yang patut anda miliki sebagai koleksi. Terutama bagi anda penggemar Dr. Karl May. Dalam buku yang tersusun 3 jilid ini, mengambil latar belakaang suku apache, yakni suku asli benua amerika yang oleh angkatan Darat Amerika Serikat disebut sebagai suku yang handal dalam hal strategi. buku ini berkisah diawali dengan saat Winnetou berjumpa dengan tokoh Charley atau Old Shatterhand untuk pertama kalinya. Ketika itu, Charley masih menjadi pegawai jawatan kereta api sebagai surveyor. Winnetou bersama ayahnya, Intschu tschuna yang waktu itu memegang jabatan kepala suku, serta Klekih-petra, seorang misionaris Kristen kulit putih yang tinggal bersama orang-orang apache, mendatangi proyek pembangunan jalur kereta api yang melintasi tanah milik suku Apache untuk menanyakan apakah mereka sudah mendapat izin. Dalam peristiwa ini terjadi kesalah pahaman yang berbuntut terbunuhnya Klekih-petra. Namun sebelum meninggal, misionaris itu berbisik kepada Charley agar berjanji untuk mendapingi Winnetou menggantikannya. Janji ini tetap dipegang teguh oleh Charley.Untuk lebih lanjutnya anda bisa membaca di dalam buku ini.