Judul : Kazak dan Penyerbuan
Penulis : Leo Tolstoy, Wawan Eko (Penerjemah)
Penerbit : Jalasutra 2009
Dimensi Buku : 12 x 19 cm, 376 hlm
Novel Kazak ini berkisah tentang Olenin, seorang bangsawan Rusia yang
merasa sangat terhormat dapat bergabung dalam sebuah operasi militer di
Kaukasus, wilayah abu-abu yang kerap menjadi latar geografi dan
demografi prosa-prosa Tolstoy—sejarah mencatat, pada 1851, Tolstoy
pernah menjadi anggota resimen artileri di wilayah ini.
Sejawat sesama bangsawan menertawakan patriotisme konyol Olenin itu.
Bagi mereka, golongan kelas atas seperti Olenin tak semestinya berbaur
dengan orang-orang Kazak (paramiliter) yang kasar, bengis, dan hanya
mengandal otot. Tapi bagi Olenin, petualangan itu tidak sekadar
bersusah-susah sebagai tentara perbatasan. Martabat bangsawan telah
membuat hidupnya terasing, Olenin mengalami semacam keterpelantingan
eksistensial, dan menjadi laki-laki yang tidak punya obsesi lantaran
segala kemewahan dan kefoya-foyaan dengan gampang diperolehnya. Itulah
kenapa ia ingin hengkang dari Rusia, menjadi orang biasa, berbahasa
Tartar, tanpa beban formalitas kebangsawanan yang penuh basa-basi,
hipokrit, dan munafik.
Di Kazak, Olenin menemukan kembali gairah hidupnya. Ia bergaul dengan
Eroshka, mantan tentara perbatasan yang di hari tuanya masih memiliki
semangat hidup menyala. Begitu pula dengan Lukasha, lelaki Kazak,
penjaga perbatasan yang bersetia pada Rusia. Olenin lupa pada masa
lalunya yang hingar-bingar sejak ia menemukan Maryanka, gadis Kazak,
pekerja keras yang pantang mengeluh.
Olenin tergila-gila pada gadis tinggi semampai itu. Demi mendapatkan
cinta Maryanka, Olenin rela menjadi warga Kazak, menghapus identitas
kerusiaannya, dan melupakan semua perempuan Rusia yang pernah menjadi
kekasihnya. Ia hendak membuang martabat kebangsawanannya, menggantinya
dengan Maryanka, gadis kampung, pemerah susu sapi yang tak pernah
sekolah.
Namun, menaklukkan gadis Kazak ternyata tak segampang membalik telapak
tangan. Diam-diam orangtua Maryanka menjodohkan anak gadisnya itu dengan
Lukasha, teman karib Olenin selama berada di Kazak. Sejatinya, usaha
Olenin nyaris berhasil, dan Maryanka sudah takluk di tangannya. Tapi,
tak lama berselang, sebuah kontak tembak dengan gerilyawan Chechnya
terjadi. Lukasha tewas.
Di sisi lain, Maryanka mencurigai Olenin merekayasa pembunuhan mantan
kekasihnya itu, hingga sikapnya pada Olenin berubah seketika. Maryanka
tidak mau lagi bertemu Olenin, bahkan ia tak segan-segan mengusir
laki-laki itu. Di Rusia, karena kebangsawanannya, Olenin begitu gampang
menaklukkan perempuan, di Kazak, karena kebersahajaan, kejujuran dan
ketulusan cintanya, ia malah ditinggalkan oleh Maryanka. Di titik
manakah Olenin mesti berpijak? Apakah ia bakal pulang ke Rusia, atau
justru bertahan dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan di wilayah
perbatasan?